
Seperti biasa, setiap pagi Madi berangkat ke pasar Gambut "Kindai Limpuar" untuk berjualan sembako dan klontongan guna menghidupi anak dan istri.
Begitu terkejut Madi manakala melihat banyak orang berkumpul di depan tokonya. Ternyata dinding kayu berlapis besi serta pintu toko yang berkunci itu bisa di tembus (lagi).
Tampak terlihat bekas kadus mie, gula, sabun behamburan. Dengan tertunduk lesu Madi memunguti (lagi) sisa barang yang berserakan dan kembali (lagi) harus merelakan (lagi) barang yang dicuri.
Ini bukan yang pertama kali terjadi, ini adalah kejadian yang keempat kali dialami dalam sepuluh bulan ini. tapi mau gimana lagi, nasi sudah basi dan bubur sudah tidak bisa dimakan lagi.
Entah apa lagi yang ia harus katakan (lagi) kepada pak polisi, karena sudah sering kali melapor, si pencuri tidak pernah mendapatkan tindakan yang pasti.
Begitulah potret sebuah kehidupan yang mesti kita jalani. Sekuat apapun sebuah kunci, pagar yang paling tinggi, kalau sudah mesti terjadi tak ada satupun yang bisa mengahalangi.
Catatan: Diambil dari sebuah kisah nyata tadi pagi, nama asli korban sengaja tidak ditampilkan disini Selengkapnya deh......