Kamis, 19 Maret 2009

Renungan Buat Orang Tua

Punya anak, pengen punya anak, akan punya anak, atau mau bikin anak? berikut ini kisah dan renungan bagi anda para orang tua atau calon orang tua.

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun ibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, 'Kerjaan siapa ini !!!' .... Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan.' 'Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?' hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata 'DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!' katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. 'Oleskan obat saja!' jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. 'Dita demam, Bu'...jawab pembantunya ringkas. 'Kasih minum panadol aja ,' jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. 'Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap' kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. 'Tidak ada pilihan..' kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut...'Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah' kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan
terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. 'Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah.. sayang ibu.', katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. 'Dita juga sayang Mbok Narti..' katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita mau bermain nanti?... ita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, ' katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi..., Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

Bapak ibu sekalian mari kita jaga dan peluk erat lagi anak kita yang merupakan amanah dari Allah. Semoga bisa di ambil hikmah. Ups.. ini saya banyak sediakan tisu silahkan ambil kalau mau.


Selengkapnya deh......

Kamis, 12 Maret 2009

Pasar Tungging Keliling

Hari semakin sore, hilir mudik kendaraan mulai terlihat ramai seiring tenggelamnya matahari ditepi berat. Tampak para pencari nafkah keliling mulai mengelar lapak takut wilayah mereka di ambil orang dan berharap sang hujan tidak menampakan tangisannya di malam hari

Para pengatur lapangan dan penerangan terlihat mulai sibukmempersiapkan segala sesuatunya untuk kegiatan yang akan berlangsung ini malam

Sebagian lapak mulai di singgahi pembeli, dan sebagian lagi mulai sibuk mempersiapkan dagangan malam buat para raja pembeli nantinya.


Dan ketika selesai shalat magrib ritual mingguan itupun dimulai, semuanya tumpah ruah memenuhi jalan. sang pembeli dengan eloknya mulai melancarkan tawaran terendahnya dan disambut dengan sangahan penjal dengan sedikit nada mengelak tanda tak mau.

Menjelang pukul 9 malam pengunjungpun mulai berangsur meninggalkan pasar malam tersebut dan menyisakan para pedagang yang terlihat sibuk menghitung laba.

(lokasi: pasar tungging manarap. foto: koleksi pribadi banuagambut.blogspot.com)


Itulah sekilas tentang sebuah aktifitas malam yang mungkin sebagian kita sering menemukannya akan tetapi tidak terlalu memperhatikannya.

Pasar tungging keliling, ya itulah sebutan buat mereka para komunitas pencari nafkah dimalam hari tersebut. Sebuah pasar tradisonal dengan gaya berjongkok yang sekarang sering kita temui setiap malamnya di kota banjarmasin.

(lokasi: pasar tungging manarap. foto: koleksi pribadi banuagambut.blogspot.com)



Dikarenakan tempat berjualan yang berpindah-pindah setiap malamnya, di pasar ini pedagang dituntut cepat dalam mencari lokasi sebab tertinggal sedikit, maka tidak menutup kemungkinan tempat lapak favorit mereka sudah terisi oleh orang lain.

Pegaturan penerangan atau aktifitas pengaturan lalu-lintas pun di koordinir secara bergotong royong oleh warga di lingkungan tersebut. Dan tentunya setiap pedagang mesti memberikan sedikit sumbangan buat penerangan yang mereka pakai.

Aneka kebutuhan tersedia disini dari penjaul sayur, baju, kaset, kosmetik, sembako, bahkan ikan asin semuanya bersusun berbaris memanjang mengikuti jalur jalan yang tersedia. Pokoknya komplit luar dalam atas bawah dah

(lokasi: pasar tungging manarap. foto: koleksi pribadi banuagambut.blogspot.com)


Dipasar ini akan banyak kita temukan pengalaman baru yang mungkin tak biasa kita temukan di sebuah pasar biasa atau supermarket pada umumnya. Pemandangan khas membeli dengan posisi jongkok, keceriaan anak-anak bermain odong-odong (permainan anak yang digerakkan dengan roda), tawar menawar khas wanta dengan penjual baju, atau sekedar mencicipi hidangan kecil telur goreng, sosis, gorengan, bubur ayam dan lain-lain.

Mudah-mudahan pasar tungging keliling ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah yang kalau mau di atur secara benar tentunya bisa menjadi sebuah pilihan wisata yang cukup menarik dan yang pasti murah meriah. Dan disisi fositifnya ikut membatu perekonomian masyarakat disisi lain memberikan akses lebih mudah dalam hal transaksi jual-beli di wilayah tersebut. Tertarik untuk mengunjungi pasar tungging keliling di banjarmasin? Jangan lupa untuk menyimak jadwalnya dibawah ini

Malam senin
Jl. A. Yani km 10
Jl. Keramat Raya Banjarmasin Timur
Malam Selasa
Jl. Benua Anyar (bawah Jembatan)
Jl. sutoyo S Gg. 20
Malam Rabu
Jl. Sutoyo S Gg. 20
Sei Tabuk Kota Sungai Tabuk
Pemurus Kertak hanyar
Malam Kamis
Jl. studion Lambung mangkurat banjarmasin
Jl. Rawa sari
Malam jum’at
Jl. A.yani km 8 Depan Handil Manarap Kertak Hanyar
Malam Sabtu
Jl. Sei.jingah Banjarmasin
Malam minggu
Jl. A. yani km. 10
Jl. Pengambangan
Beruntung Baru Banjarmasin

Dan masih banyak lagi tempat pasar tungging keliling yang anda bisa temukan setiap malam di sudut sudut kota banjarmasin


*.Tulisan ini saya dedikasikan buat kawan-kawanku seperjuangan di pasar tungging keliling (ketahuilah, kalian semua sudah masuk internet) hahaha

Selengkapnya deh......

Gambut Sentral Lumbung Padi Kalsel

(hijaunya sawahku foto:koleksi pribadi banuagambut.blogspot.com)


Kalimat Gambut adalah kata yang identik dengan tanah yang subur, akan tetapi tahukah anda bahwa kata gambut itu adalah serapan dari bahasa daerah Banjar tepatnya kecamatan gambut sebuah kecamatan di kabupaten banjar kalimantan selatan.

Sebegitu suburnya kah kecamatan gambut? Benar sekali, salah satu dari lumbung beras utama kalsel adalah gambut. Dan perlu kita ketahui juga bahwa sekarang kalsel adalah penghasil beras no. 2 di Indonesia

Produksi padi Kal-sel sepanjang tahun 2007 kemarin melonjak secara signifikan. ranking tersebut melonjak dua tingkat secara nasional dalam hal produktivitas padi.

Sepanjang 2006 kemarin, kalsel mampu memproduksi 1,6 juta ton padi/beras, namun 2007 kenaikan produktifitas melonjak drastis sebesar 300 ribu ton. 2007 angkanya mencapai 1,9 juta ton, mendekati 2 juta ton.

(Penggilingan Padi Semeru. foto: koleksi pribadi banuagambut.blogspot.com)


Sebagai lumbung Kalsel, pemerintah mulai serius menjadikan Gambut sebagi sentral produksi beras Kal-sel yang mana terhitung sejak tahun 2008 tadi pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan mengucurkan dana sebesar Rp3 miliar lebih kepada Pemkab Banjar, yang akan digunakan untuk membangun sentra pasar beras di wilayah Gambut tersebut.

Selain itu, letak atau posisi Kecamatan Gambut yang aksesnya dekat jalan raya - jalan trans Kalimantan lintas utara Kalsel yang menghubungkan Banjarmasin - daerah Hulusungai atau "Benua Enam" Kalsel hingga provinsi Kalimantan Timur serta sejumlah kota pedalaman Sungai Barito Kalimantan Tengah.

Begitu pula posisi Kecamatan Gambut seakan berada di tengah-tengah dari lima wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Baruntung Baru dan Kecamatan Aluh-Aluh, yang juga merupakan sentra produksi pertanian Kabupaten Banjar.

(Pasar Gambut Kindai Limpuar, Bakal lokasi utama pasar central beras Kalsel. foto: koleksi pribadi banuagambut.blogspot.com)



Seiring mulai banyaknya industri-industri besar dan mengeliatnya bisnis property perumahan yang tumbuh di kecamatan gambut sedikit-demi sedikit areal persawahan hijau milik petani mulai tergusur. Mudah-mudahn bisa di iringi dengan pemeliharaan lingkungan disekitarnya.

Kalo alam, gunung, hutan kalsel kita sudah hancur, di ambil, dijarah dan ditinggalkan, semoga kita masih bisa menjaga sawah kita padi kita tetap subur dan makmur.

Selalu ada penghargaan buat guru karena tanpa tanpa pamrihnya memberikan ilmu. Tentunya kita juga mesti memberikan juga penghargaan yang tinggi kepada petani kita, karena nasi yang telah kita makan dan yang akan kita makan merupakan hasil dari keringat mereka. Dan tentunya kita juga mesti ingat kegetiran yang telah banyak mereka alami, harga jual gabah rendah, beras impor, gagal panen dan harga pupuk tinggi,

http://id.wikipedia.org/wiki/Gambut
http://www.kalselprov.go.id/berita/produksi-padi-kalsel-urutan-kedua-nasional
http://kompas.co.id/read/xml/2008/09/15/11105141/kecamatan.gambut.lumbung.beras.kalsel Selengkapnya deh......

Senin, 09 Maret 2009

Ba Mulud di Gambut


Sahut-sahutan Sahalawat sudah berkumandang sejak habis shalat subuh di surau-surau dan Masjid pertanda bahwa hari besar itu telah tiba.

Dimulai habis shubuh orang-orang tampak ramai bersiap-siap untuk memulai hari mereka guna menunaikan hajat para ahlul bait. Para tuan rumah tampak tak kalah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya menyambut para tamu yang berbondong mulai memasuki halaman pelataran mereka.

Sudah menjadi kebiasaan pada setiap tanggal 12 Rabi’ul awal, di daerah banua gambut selalu diadakan acara memperingati maulid nabi.

Tepatnya di kelurahan Gambut, ada 9 buah rumah yang telah terpilih dalam sebuah Arisan Mulud yang setiap tahun digelar guna memeriahkan hari kelahiran nabi besar Muhammad SAW. Setiap tuan rumah yang terpilih, mesti mengundang orang-orang di lingkungannya masing-masing.

Undangan pun mulai berkumpul masing-masih di 9 buah rumah ahlul bait, biasanya mereka diberikan hidangan pembuka seperi susu, roti, kue basah dan ketika semuanya sudah siap maka mulailah mereka para pelantun Maulid Habsy melakukan tugas memeriahkan suasana rumah ahlul bait dengan melantunan syair syair indah yang di iringi tabuhan khas yang beriringan.

Sekitar pukul 10 pagi semuanya selesai dengan di akhiri doa dan ditutup dengan hidangan khas gambut.

Kemudaian para undangan kembali bersiap-siap menuju Masjid besar Mujahidin Gambut, guna berkumpul dengan para undangan lainnya yang juga telah selesai melakukan tugasnya di rumah ahlul bait masing-masing.

Di masjid ini kembali mereka semua memeriahkan suasana hari besar kelahiran junjungan nabi besar Muhammad SAW dengen melantunkan syair-sayair Mulidul Barjanzi. Tampak para ulama, tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat pemerintahan berkumpul bersemangat mengumandangkan shalawat kepada jumjungan nabi besar Muhammad SAW. Sebuah pemandangan yang mungkin sudah jarang ditemukan di tengah krisis nilai yang sudah melanda negeri ini.

Setelah selesai melantunkan syair-syair maulidul barjanzi kembali mereka diberikan siraman rohani oleh ulama dan di ingatkan kembali tentang kelahiran nabi Muhammad di di Mekkah pada bulan Raibu’ul awal tahun gajah serta kewajiban Ummat beliau untuk menjalankan perintah Allah, baik itu yang wajib maupun yang sunat.

Selesai shalat dzuhur berjamaah, para undagan mulai berbondong lagi kembali ketempat ahlul bait masing-masing. Di rumah ini kembali mereka disajikan hidangan makan siang dan porsinya lebih berat dan berisi.

Mudah-mudahan tradisi ini akan tetap terus berjalan, dan bisa menjadi sebuah tradisi yang menyatukan masyarakat gambut khususnya. Selengkapnya deh......

Sabtu, 07 Maret 2009

Nggak Bisa Mikir Klo Ga Ngerokok


Annisa M. Zakir - detikinet
Jerman - Pekerja Teknologi Informasi (TI) yang perokok rupanya identik dengan bekerja sambil menyulut rokok. Hal ini juga dilakukan di salah satu kantor TI di Jerman. Mereka diperbolehkan merokok sambil bekerja agar dapat berpikir maksimal.

Sayangnya, perusahaan tersebut memiliki 3 orang pekerja yang tidak merokok. Ketiga orang tersebut keberatan dengan ruangan berasap dan meminta atasan untuk membuat ruangan kerja sebagai ruangan bebas rokok.

Namun, bukan prestasi atau ruangan yang didapat, ketiga pekerja tersebut malah dipecat perusahaan karena dianggap mengganggu ketentraman lingkungan kerja.

"Saya tidak bisa diganggu oleh para pembuat ulah," ujar Thomas, manajer perusahaan tersebut, yang juga seorang perokok.

Menurut Thomas seperti dilansir harian Hamburger Morgenpost yang dikutip detikINET dari SMH, Sabtu (12/1/2008), dirinya tak bisa berkonsentrasi bekerja tanpa merokok. "Mulai sekarang, saya hanya akan merekrut pekerja yang merokok saja," tandas Thomas.

bagaimana dengan anda? suka yang berasap ato mesti berasap?

Sumber: i-comers.com Selengkapnya deh......
 

Posting Terakhir

Followers

Komentar Terakhir